Perbedaan antara lensa Nikon G dan ED sebenarnya bukan perbandingan langsung (karena keduanya beda kategori). Banyak orang salah paham karena keduanya sering muncul bersamaan di nama lensa (misalnya: Nikkor 18-55mm f/3.5-5.6 G ED).
Berikut penjelasan simpel dan jelas.
1. Apa itu lensa Nikon “G”?
G = tipe desain lensa (fitur mekanik)
- Lensa G tidak memiliki ring aperture (diafragma) di bodinya
- Pengaturan aperture hanya lewat kamera
- Umumnya lebih modern dan praktis digunakan di DSLR / mirrorless
Artinya:
- Lebih simpel digunakan
- Tidak cocok untuk kamera lama yang butuh ring aperture
Fakta penting: Lensa G tetap bisa punya kualitas bagus atau biasa saja — karena “G” bukan penentu kualitas optik. ([365 Electric][1])
2. Apa itu lensa Nikon “ED”?
ED = teknologi kaca optik (kualitas gambar)
ED = Extra-low Dispersion glass
Berfungsi mengurangi chromatic aberration (warna bocor / fringing)
Hasil foto:
- lebih tajam
- warna lebih akurat
- kontras lebih baik
Artinya:
- ED berhubungan langsung dengan kualitas gambar
- Semakin banyak elemen ED → biasanya kualitas optik makin bagus
ED adalah teknologi di dalam lensa, bukan tipe desain luar. ([Lensora][2])
3. Perbedaan utama G vs ED
| Aspek | G | ED |
|---|---|---|
| Jenis | Fitur desain | Teknologi optik |
| Fungsi | Menghilangkan ring aperture | Mengurangi aberrasi warna |
| Pengaruh ke hasil foto | Tidak langsung | Sangat berpengaruh |
| Letak | Body lensa | Elemen kaca dalam lensa |
| Bisa digabung? | Ya | Ya |
4. Kenapa sering muncul “G ED” sekaligus?
Karena keduanya berbeda fungsi, jadi bisa digabung dalam satu lensa.
Contoh: Nikkor 70-200mm f/2.8 G ED Artinya:
- G = tidak ada ring aperture
- ED = punya kaca khusus untuk kualitas gambar lebih baik
Kesimpulan sederhana
- G = cara kontrol lensa (mekanis)
- ED = kualitas optik (kejernihan gambar)
Kalau harus pilih mana yang “lebih penting”:
- Untuk kualitas foto → ED lebih berpengaruh
- Untuk kemudahan penggunaan → G lebih modern
